Welcome To www.muchtarardhiansyah.blogspot.com, Terima Kasih Telah Berkunjung, Jangan Lupa Untuk Tinggalkan Komentar, Follow Twitter, Dan Like Facebook.|Dan Maaf Atas Gangguan Iklannya|

Search Here

Sabtu, 19 November 2016

0 Life Mapping

08.49 Under From Seputar Dunia
[0 Comment]
Nama   : Muchtar Ardhiansyah
NIM     : 165150307111012
Cluster : 28
Kel       : 51
Read More »

0 Indonesia Emas 2045

08.48 Under From Seputar Dunia
[0 Comment]


INDONESIA EMAS TAHUN 2045

Mungkinkan Indonesia Emas Akan Benar Benar Terwujud Di Tahun 2045 ?

                Professor Sunaryo Pernah Mengatakan Bahwa, “Sistem Pendidikan Di Masa Depan Bangsa Indonesia Adalah Pendidikan Yang Akan Mengantarkan Generasi Masa Kini Menjadi Generasi Emas Indonesia 2045. Investasi Pendidikan Adalah Prediktor Masa Depan Bangsa Yang Tercermin Dalam  Mutu SDM Yang Dihasilkan Melalui Upaya Pendidikan Itu Sendiri. Modal Dasar Yang Sangat Dahsyat Di Indonesia Adalah Potensi Jumlah Penduduk Produktif. Karena Dalam Kurun Waktu 15-20 Tahun Mendatang Diperkirakan Lebih Dari 60% Penduduk Indonesia Berada Pada Usia Produktif (15-60 Tahun). Apabila Sang Proklamator Soekarno Pernah Menyebutkan Bahwa Dengan Sepuluh Pemuda Akan Mampu Beliau Gerakkan Untuk Mengguncang Dunia, Maka Apa Yang Akan Terjadi Jika Lebih Dari Sepuluh Pemuda Berkualitas Yang Digerakkan Untuk Mengubah Indonesia. Potensi Ini Harus Dikelola Dengan Tepat Dan Pendidikan Adalah Wahana Paling Strategis Untuk Mengelola Semua Potensi Penduduk Produktif Yang Dimaksud. Mereka Yang Akan Menduduki Posisi Usia Produktif Pada 15-20 Tahun Yang Akan Datang Adalah Mereka Yang Saat Ini Berusia Antara 0-40 Tahun. Dari Rentang Usia Itu Dua Kutub Kritis Yang Harus Menjadi Perhatian Adalah Mereka Yang Berada Pada Usia Dini (0-5 Tahun ) Dan Usia Mahasiswa (18-23 Tahun). Kelompok Usia Dini Akan Menjadi Mahasiswa Pada 15 Tahun Mendatang Dan Kelompok Mahasiswa Saat Ini Akan Menjadi Kelompok Yang Amat Produktif Pada Tahun 2035. Ditambah Lagi Dengan Diadakannya Revolusi Mental.

            Hasil - Hasil Survei Internasional Sering Menunjukkan Bahwa Dalam Hal Yang Baik, Angka Untuk Indonesia Cenderung Rendah, Tetapi Dalam Hal Yang Buruk Cenderung Tinggi. Contoh, Data Tranparency International Yang Menunjukkan Persepsi Tentang Tingkat Korupsi Di Sektor Publik, Dari 177 Negara Dan Dengan 177 Skor, Indonesia Berada Di Rangking 114 Dengan Skor 32. Angka Ini Berada Di Bawah Ethiopia Yang Berada Pada Posisi 111. Masyarakat Indonesia Sendiri Merasa Resah Melihat Perilaku, Sikap Serta Mentalitas Kita Yang Saling Serobot Di Jalan Raya, Tidak Mau Mengikuti Antrian, Kurang Rasa Menghargai Terhadap Orang Lain. Serangkaian FGD (Kelompok Diskusi Terfokus) Di Jakarta, Aceh, Dan Papua Yang Dilakukan Oleh Kelompok Kerja Revolusi Mental Rumah Transisi Juga Menggambarkan Keresahan Masyarakat Tentang Karakter Kita Sebagai Bangsa.

     FGD Ini Melibatkan 300 Orang Budayawan, Seniman, Perempuan, Netizen, Kaum Muda, Pengusaha, Birokrat, Tokoh Agama / Adat, Akademisi dan LSM.

     Kesimpulan Yang Didapat Adalah Kita Memang Butuh Mengubah Mentalitas Secara Revolusioner Karena Adanya Gejala :
1. Krisis Nilai Dan Karakter
2. Krisis Pemerintahan: Pemerintah Ada Tapi Tidak Hadir, Masyarakat Menjadi Obyek Pembangunan,
3. Krisis Relasi Sosial : Gejala Intoleransi.

            Menurutku Jawaban Dari “Mungkinkah Indonesia Emas Tahun 2045?” Sangatlah Sederhana. Jawabannya “Ya Dan Tidak”, Dikarenakan Dimana Masa Indonesia Akan Menjadi Emas Adalah Dimana Masyarakat Indonesia Sadar Akan Setiap Hal Yang Dilakukannya Untuk Negara. Pada Masa Ini, Masih Banyak Dari Orang Indonesia Yang Selalu Berpikir, “Apa Yang Telah Negeri Ini Berikan Padaku ?”. Yang Seharusnya Diingat Baik Baik Adalah “Apa Yang Telah Aku Berikan Untuk Negeriku Ini ?”. Disaat Para Generasi Terdahulu Terus Memikirnyanya, Hal Yang Sebaiknya Dilakukan Adalah Masyarakat Sadar. Jika Generasi Sebelumnya Telah Gagal Untuk Memiliki Pemikiran Seperti Itu. Saat Inilah Para Generasi Muda Yang Seharusnya Melanjutkan Pemikiran Semacam Itu, Karena Saya Yakin Bahwa Jika Generasi Muda Terbuka Untuk Segala Hal. Pastilah Negeriku Ini Akan Menjadi Negara Yang Akan Berdiri Di Puncak Tertinggi Bahkan Sebelum Tahun 2045.
          Yang Perlu Diperhatikan Dari Negeriku Ini Jika Ingin Menjadi Indonesia Emas, Adalah Perihal Pendidikan Dan Kebudayaan Asing. Dua Hal Tersebut Sangatlah Mempengaruhi Generasi Muda, Yang Artinya Juga Mempengaruhi Kemajuan Indonesia Itu Sendiri Karena Status Suatu Negara Ditentukan Oleh Para Generasi Selanjutnya. Yang Pertama Adalah Pendidikan. Pendidikan Di Indonesia Belumlah Merata, Artinya Masih Ada Beberapa Wilayah Indonesia Yang Belum Terfasilitasi Sarana Dan Prasarana Untuk Melakukan Pendidikan Yang Layak. Inilah Yang Menjadi Penghambat Generasi Muda Selanjutnya Untuk Berkarya, Dimana Mereka Tidak Dapat Mempelajari Bagaimana Mereka Dapat Memberikan Yang Terbaik Untuk Negerinya. Yang Kedua Adalah Budaya Asing, “Ada Apa Dengan Budaya Asing?”. Budaya Asing Mempengaruhi Generasi Mudah Kita, Karena Seakan Mereka Membuat Generasi Muda Kita Melupakan Akan Budayanya Sendiri, Dan Disinilah Peran Pemerintah. Yaitu Untuk Membatasi Budaya Asing Yang Masuk Dan Menerapkan Suatu Program Agar Masyarakatnya Dapat Memperdalam Budayanya Masing Masing, Serta Dapat Menyebarluaskan Budayanya Itu.

            Selain Masyarakat, Pemerintahan Juga Berperan Penting Dalam Hal Ini. Dimana Mereka Harus Menerima Setiap Pendapat Dari Masyarakat Dan Meneliti Serta Membahasnya Secara Baik Baik. Tapi Sayangnya Saat Ini Indonesia Belumlah Tertib Dalam Hal Yang Namanya Demokrasi, Dimana Pasti Selalu Saja Ada Kerusuhan Yang Terjadi. Dalam Hal Ini Seharusnya Kita Membuat Kesepahaman Bukanlah Kerusuhan Yang Membuat Indonesia Menjadi Terpecah Belah. Saya Juga Tidak Terlalu Menyalahkan Pemerintahan, Dikarenakan Itu Juga Termasuk Kesalahan Dari Masyarakat Indonesia Sendiri, Karena Tidak Bisa Diajak Demo Secara Damai. Karena Menurut Saya Pribadi Hal Harusnya Dilakukan Adalah Berdiskusi Dengan Mengirimkan Seseorang Dari Setiap Wilayahnya. Sama Halnya Dengan PEMILU, Kenapa Tidak Sistem Itu Juga Digunakan Untuk Memilih Orang Sebagai Sarana Berdiskusi Antar Masyarakat Indonesia ?. Karena Indonesia Emas Membutuhkan Peran Aktif Dari Setiap Masyarakat Indonesia Itu Sendiri.

            Terlepas Dari Itu Semua Yang Paling Berperan Penting Dalam Indonesia Emas Adalah Pendidikan. Bukan Hanya Sebatas Pengetahuan Umum Yang Diberikan, Tetapi Moral yang Kuat Juga Harus Ditanamkan Sejak Usia Dini. Pendidikan Merupakan Pengantar Generasi Masa Kini Menjadi Generasi Indonesia Emas, Generasi Inilah Yang Akan Menjadi Generasi Penduduk Warga Dunia Yang Bersifat Transkultural, Namun Harus Tetap Hidup Dan Berkembang Dalam Jati Diri Dan Budaya Indonesia Sebagai Sebuah Bangsa Yang Bermartabat. Daya Saing Di Satu Sisi Dan Kemampuan Kolaborasi Di Sisi Lain Adalah Dua Polar Kompetensi Yang Harus Bersinergi Sebagai Profil Dasar Dari Generasi Indonesia Emas. Gambaran Sosok Generasi Emas Indonesia Harus Menjadi Pijakan Dan Cantolan Upaya Pendidikan, Dan Pendidikan Akan Memainkan Peran Baru Dalam Perspektif Pengembangan Dari Sosok Generasi Indonesia Emas. Peran Baru Pendidikan Harus Diikuti Dengan Profesionalisme Para Guru, Karena Guru Dan Pendidikan Guru Merupakan Kunci Utama Dari Itu Semua. Guru Yang Bermutu Menjadi Variabel Penting Bagi Terwujudnya Pendidikan Yang Bermutu.

            Generasi Indonesia Emas  Adalah Manusia Abad 21 Yang Ditandai Dengan Berbagai Ketersediaan Teknologi Yang Telah Mengubah Pola Hidup Dan Pola Pikir Manusia. Teknologi Informasi Digunakan Manusia Dalam Berbagai Hal, Baik Dalam Komunkasi Maupun Bisnis. Pada Saat Yang Sama Muncul Berbagai Persoalan Yang Bisa Mengganggu Kesejahteraan Masyarakat, Seperti Masalah Makanan, Air Bersih, Perubahan Iklim Global, Dan Penuruan Daya Dukung Lingkungan. Dalam Kondisi Seperti Ini Hal Yang Cukup Krusial Adalah Merespon Kompleksitas Masalah, Berkomunikasi Efektif, Mengatur Informasi Secara Dinamis, Bekerja Dan Mencari Solusi Dalam Nuansa Kolaboratif, Mengunakan Teknologi Secara Efektif, Melahirkan Pengetahuan Baru Secara Berkelanjutan. Semua Ini Adalah Keterampilan Yang Dibutuhkan Dalam Abad Dua Puluh Satu.

           
Read More »